Bagi Para Pengunjung Yang Ingin Merequest Postingan Blog Silahkan Menghubungi No hp dibawah ini

Julian :085372988446

Selasa, 23 Oktober 2012

PRINSIP EKONOMI

PRINSIP EKONOMI
Efisien =>Kesesuaian antara hasil dengan biaya Penawaran Diskon
Efektif =>Sesuai dengan tujuan/target
Prinsip ekonomi =>Aturan yang mendasari tindakan ekonomi
Bunyi Prinsip Ekonomi:
Dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil/kepuasan yang maksimal
                                                atau
Dengan pengorbanan minimal diperoleh hasil/kepuasan yang tertentu

1. Penerapan Prinsip Ekonomi oleh Produsen
(pengorbanan tertentu -> hasil maksimal)
Berikut ini adalah contoh penerapan prinsip ekonomi yang
pertama
(pengorbanan tertentu -> hasil maksimal):
Pak Burhan adalah seorang tukang mebel yang memiliki bambu
sebanyak 1 m3 untuk dibuat mebel. Biasanya, bambu 1 m3 itu
bisa dibuat menjadi 8 buah almari dengan harga jual Rp 600.000,-
/buah, 5 buah meja tulis dengan harga jual Rp
400.000,-/buah, dan 5 buah kursi dengan harga
jual Rp 100.000,-/buah. Dengan prinsip ekonomi,
Pak Burhan menggarap kayunya secara cermat dan
hati-hati, sehingga tidak terjadi kesalahan yang
menyebabkan pemborosan bambu dan bahanbahan
lainnya. Akhirnya, ia dapat mencapai target hasil tersebut
di atas yang nilai jual totalnya adalah Rp 7.300.000,-. Bahkan ia
masih bisa memanfaatkan bambu limbahnya untuk membuat 10
asbak yang nilai jualnya Rp 50.000,-. Dengan demikian, ia telah
menerapkan prinsip ekonomi dengan benar karena dengan biaya
yang sama dari biasanya ia mendapatkan hasil produksi yang
maksimal dengan total nilai Rp 7.350.000,-. Seandainya, ia tidak
bekerja secara cermat dan hati-hati mungkin pendapatan yang
diperolehnya tidak akan sebesar itu karena hasil produksinya
tidak seperti yang ditargetkan.
Berikut ini adalah contoh prinsip ekonomi
yang kedua (pengorbanan minimal -> hasil
tertentu)
Bu Rahayu kembali mendapat pesanan untuk
membuat nasi tumpeng dengan harga Rp
250.000,-. Berdasar prinsip ekonomi, ia berusaha
menghasilkan tumpeng dengan pengurbanan seminimal
mungkin. Oleh karena itu, ia membeli bahan-bahannya di
pasar tradisional yang harganya relatif lebih murah dibanding
di supermarket. Ia membelanjakan uangnya dengan hemat dan
cermat, sehingga jumlah bahan yang dibeli tidak berlebihan.
Ia juga mengolahnya dengan hati-hati, sehingga tidak ada
bahan yang rusak, dan hasilnya pun sesuai dengan pesanan.
Oleh karena kecermatan dan kehati-hatiannya, ia cukup
membelanjakan uangnya sebesar Rp 175.000,- sehingga ia
mendapatkan keuntungan sebesar Rp 75.000,-. Dengan demikian
ia telah menerapkan prinsip ekonomi karena dengan biaya yang
minimal dapat dihasilkan produk yang diharapkan. Seandainya
ia tidak membelanjakan uangnya dengan cermat dan hati-hati,
mungkin ia akan membelanjakannya s/d Rp 220.000,-. Bahan
yang dibeli cenderung berlebihan, dan jika mengolahnya tidak
hati-hati akan terjadi kerusakan-kerusakan. Akibatnya terjadi
pemborosan. Walaupun ia menghasilkan nasi tumpeng yang
sama, tetapi pengorbanannya tidak minimal, yaitu sebesar Rp
220.000,- sehingga keuntungannya hanya Rp 30.000,-. Cara yang
demikian ini dianggap tidak menggunakan prinsip ekonomi
dengan benar
Dari contoh-contoh di atas dapat diambil kesimpulan,
penerapan prinsip ekonomi oleh produsen harus memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
a. Menekan biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan,
tenaga kerja dan bahan bakar
b. Mencari informasi sumber energi alternatif
c. Memberikan penawaran khusus/promosi
2. Penerapan Prinsip Ekonomi oleh Konsumen
Contoh-contoh di atas adalah penerapan prinsip ekonomi
yang dilakukan oleh penghasil/pembuat barang atau produsen.
Bagaimana dengan pengguna/pembeli atau konsumen? Seorang
pembeli atau konsumen yang memanfaatkan kesempatan
diskon sebetulnya tengah menerapkan prinsip ekonomi. Ikuti
kisah Bachtiar berikut ini! Bahtiar sedang berada di pusat
pertokoan yang menggelar diskon 20%. Ia
menemukan sepasang sepatu sport seharga
Rp 95.200 (setelah diskon). Di rak yang lain,
ia juga melihat ada sepatu kasual yang ia
inginkan selama ini, sayangnya merk ini
tidak didiskon dan harganya Rp 229.000,-
Ia mempertimbangkan, sepatu yang kedua
memang lebih bagus tapi ia harus merogoh
sakunya lebih besar pula. Sepatu yang
pertama memang tidak sebagus yang kedua,
namun ada kesempatan menghemat uang
sehingga bisa digunakan untuk keperluan lain. Belum tentu lain
kali ada kesempatan diskon lagi. Selain itu Bachtiar menyadari
bahwa yang ia butuhkan saat ini adalah sepatu sport untuk ke
sekolah. Akhirnya Bachtiar memutuskan untuk membeli sepatu
yang pertama.
Jadi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh
konsumen untuk menerapkan prinsip ekonomi dalam tindakan
ekonominya yaitu:
a. Menentukan dan membuat catatan skala prioritas
kebutuhan
b. Mempertimbangkan uang yang ada untuk memenuhi skala
prioritas kebutuhan
c. Mencari informasi harga barang dari kualitas yang terbaik
d. Mencari cara untuk memperoleh barang dengan harga
lebih murah, misalnya membandingkan harga antar toko,
mencari informasi program diskon/promosii yang benar
atau menghitung harga per satuan yang lebih murah
(misal Shampo kemasan 90 ml seharga Rp 5.750,- lebih
menguntungkan dibanding kemasan 60 ml seharga Rp 4.750,-
dimana harga per ml nya lebih murah yang pertama)
e. Tidak mudah percaya dengan program promosi, terkadang
beberapa toko bertindak tidak jujur dengan menaikkan harga
barang terlebih dahulu baru kemudian didiskon. Kita sebagai
pembeli harus berhati-hati.
3. Penerapan Prinsip Ekonomi oleh Pedagang /
Distributor
Seringkali kita melihat pedagang yang menjualkan produk
buatan orang lain, misalnya pedagang kelontong, dealer sepeda
motor, warung dan grosir. Mereka berfungsi sebagai perantara,
dengan membeli barang dari produsen atau pembuat, kemudian
menjualnya lagi kepada orang lain dengan harga yang lebih
tinggi. Mereka disebut pedagang atau perantara atau Distributor.
Distributor juga menerapkan Prinsip
Ekonomi dalam menjalankan tindakan
ekonominya agar proses penyaluran
barang dari produsen ke konsumen
dapat berjalan dengan lancar. Mereka
harus mempertimbangkan biaya
transportasi, jarak, waktu, dan sifat
produk yang dipasarkan agar terjadi
efi siensi dan penghematan.
Toko ULYA adalah distributor barang-barang
elektronik. Beberapa hal yang dilakukan oleh Toko ULYA dalam
melaksanakan tindakan ekonominya adalah
a. Memilih lokasi toko yang dekat dengan konsumen
b. Menggunakan colt station untuk menyampaikan barang di
dalam kota dan menyewa truk untuk daerah yang berjarak
jauh
c. Mengikuti asuransi untuk mengurangi resiko kerusakan
barang selama perjalanan
d. Menekan biaya operasional seperti biaya angkutan, biaya
perawatan, dan biaya administrasi
Dari berbagai penjelasan tentang prinsip
ekonomi yang dilakukan oleh produsen,
konsumen dan distributor, dapat disimpulkan
bahwa penerapan prinsip ekonomi yang benar
akan menghasilkan penghematan atau efi siensi
usaha, namun menghasilkan pemborosan jika
tidak diterapkan dengan baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar