Bagi Para Pengunjung Yang Ingin Merequest Postingan Blog Silahkan Menghubungi No hp dibawah ini

Julian :085372988446

Friday, 21 December 2012

Ciri-Ciri Negara Berkembang dan Negara maju

Ciri-Ciri Negara Berkembang dan Negara maju
Untuk mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju,
indikatornya sama, dapat dilihat dari beberapa faktor seperti; 1).Dari ekonomi
(pendapatan per kapita), 2) Kualitas Penduduk (tingkat pendidikan penduduk,
tingkat produktivitas, tingkat pertumbuhan penduduk, ketergantungan terhadap
produksi pertanian dan ekspor produk primer) 3) Lingkungan Fisik. Agar lebih
jelas, marilah kita bicarakan, ciri-ciri negara berkembang dan negara maju
tersebut pada uraian berikut.
1. Ciri-ciri Negara Berkembang
a. Segi Ekonomi (Tingkat Pendapatan per Kapita)
Dipandang dari segi perekonomiannya negara-negara berkembang
seperti Indonesia,India, Bangladesh, Kenya, Nigeria, Ethiopia, Guatemala,
Elsalvador dan lain-lain, pertumbuhannya sangat lambat. Negara
berkembang di Asia, Afrika, dan Amrika Latin pada umumnya struktur
perekonomiannya bersifat agraris.
Negara berkembang masih memanfaatkan sumber daya alam untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya alam yang ada belum
dimanfaatkan secara optimal karena kekurangan tenaga ahli dan modal
kecil. Tingkat kehidupan yang rendah itu tampak jelas secara kuantitatif
maupun kualitatif: pendapatan perkapita yang rendah, kondisi perumahan
yang tidak memadai, sarana kesehatan yang terbatas, tingkat pendidikan
yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, tingkat harapan hidup (life
expectancy) yang rendah, perasaan kacau tidak menentu, dan rasa putus
asa. Sebagai gambaran perekonomian negara-negara berkembang
indikatornya dapat dilihat dari pendapatan per kapitanya, perhatikan tabel
1.1
b. Kualitas Penduduk
1) Tingkat Pendidikan Rendah
Tingkat pendidikan di Negara Berkembang pada umumnya masih
rendah. Hal ini dapat diukur dengan prosentase penduduk yang melek huruf.
Tingkat pendidikan merupakan indikator kemajuan sustu bangsa, sebab denganpendidikan yang tinggi orang akan mudah menerima pembaharuan,
sehingga akan mudah bila ada perubahan, dibanding dengan mereka yang
kurang beroendidikan. Pendidikan di beberapa negara berkembang di Asia,
Afrika dan Amerika Latin, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Di Indonesia penduduk yang memiliki kemampuan membaca dan
menulis mencapai 90,94%. Di India angka melek huruf baru mencapai 56%,
berupa penduduk yang tinggal di pedalaman. Upaya pemerintah India dalam
meningkatkan pendidikan penduduk dilaksanakan pendidikang rtatis. Di Pakistan
pendudukyang bebas buta hurf mencapai 43%. Di Nigeria tingkat
melekhuruf untuk usia 15 tahu mencapai 63%. Di Ethiopia tingkat melek huruf
baru mencapai 43%, dab baru 10% anak usia sekolah yang telah sekolah. Di
Guatemala pada tahu yang sama,jumlah penduduk yang sudah melekhuruf
mencapai 70%. Penduduk El Salvador yang melek huruf pada tahun yang
sama mencapai 81%,
2) Tingkat Produktivitas Rendah
Akibat dari tingkat hidup yang rendah, negara berkembang ditandai
pula oleh tingkat produktivitas tenaga kerja yang rendah. Seperti kita ketahui,
konsep fungsi produksi yang secara sistematis menghubungkan output
dengan kombinasi-kombinasi input pada tingkat teknologi tertentu dapat
digunakan untuk menjelaskan cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
materinya. Namun demikian, konsep teknis ekonomis dari fungsi produksinya
perlu ditunjang oleh konseptualisasi yang luas termasuk di antaranya inputinput
lainnya seperti motivasi pekerja dan keluwesan kelembagaan. Di seluruh
negara berkembang, tingkat produktivitas tenaga kerja sangat rendah
dibandingkan dengan negara-negara maju .
Produktivitas yang rendah biasanya produktivitas diukur dengan
membandingkan antara output dan input. Ringkasnya output per satuan input.
Misalnya orang tuamu mempunyai 0,5 Ha lahan sawah. Setelah diolah
dalam satu kali musim tanam oleh ayahmu sendiri, menghasilkan 100 Kg
gabah. 100 Kg gabah ini adalah output atau hasil atau produknya. Coba
hitung berapa produktivitas tenaga kerja (ayahmu). Kalau kalian menjawab
200 Kg per Ha, jawabanmu benar karena produktivitas adalah output (100
Kg gabah) per satuan input (lahan). Namun demikian dalam sebuah proses
produksi barang dan jasa, inputnya tentu bermacam-macam tidak hanya
lahan. Misalnya tenaga kerja, jam kerja dan sebagainya. Jadi konsep
produktivitas selalu berkaitan dengan bermacam-macam kombinasi input.
Jadi mengapa tingkat produktivitas penduduk NSB lebih rendah
daripada negara-negara maju? Karena ada perbedaan dalam hal kualitas
tenaga kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan, dan
mentalitasnya.
3) Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Tanggungan yang
Tinggi
Lebih dari dua pertiga penduduk dunia ini berada di negara-negara
berkembang. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian sangat berbeda, tingkat
pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan di negara-negara maju
pertumbuhan penduduknya rendah (7 orang per 1000 penduduk pada periode
yang sama).
Tingkat kelahiran kasar tersebut mungkin merupakan cara yang
paling gampang untuk membedakan negara berkembang dengan negaranegara
maju. Bagi negara berkembang masih sulit untuk menekan tingkat
pertumbuhan sampai di bawah 20 per-1000 penduduk, sebaliknya untuk
mencapai angka di atas itu sulit bagi negara-negara maju.
Sementara itu, jika ditinjau dari kelahiran tampak bahwa tingkat
kelahiran negara berkembang masih relatif tinggi yaitu sekitar 33 per 1000
penduduk. Implikasi penting tingkat kelahiran ini adalah bahwa proporsi anakanak
di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara
berkembang, sedangkan di negara-negara maju kurang lebih seperempat
dari jumlah penduduk. Keadaan tersebut menyebabkan tinggi beban
tanggungan
4) Tingginya Tingkat Pengangguran Semu
Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya
taraf hidup di negara berkembang adalah penggunaan tenaga kerja yang
tidak sesuai dan tidak efisien dibanding negara-negara maju. Keadaan
tersebut terwujud dalam dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pengangguran
semu (under employment) yang
ditunjukkan oleh orang-orang pedesaan  
dan perkotaan yang bekerja kurang dari
apa yang dapat mereka kerjakan (harian,
mingguan, atau musiman).
Pengangguran semu ini juga termasuk
mereka yang biasanya bekerja secara
penuh (full time) tetapi produktivitasnya
begitu rendah sehingga dengan
pengurangan-pengurangan jam kerja
tidak akan mempunyai pengaruh yang
berarti terhadap jumlah out put.
Bentuk yang kedua adalah
pengangguran terbuka (open employ yaitu orang-orang yang mampu
dan sangat ingin bekerja tetapi tidak ada
pekerjaan yang tersedia bagi mereka. Keadaan ini berarti menuntut bahwa
lapangan kerja harus diciptakan dan harus disediakan sesuai dengan
perkembangan jumlah tenaga kerja.
5) Ketergantungan terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Produk
Primer
Sebagian besar atau sekitar 80% penduduk negara berkembang
bermukim didaerah pedesaan, sedangkan di negara maju kurang dari 30%.
Jika dilihat dari produksi tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, maka
untuk negara berkembang adalah sekitar 69% dibandingkan dengan di negara
maju sekitar 18%. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP
adalah sekitar 30% di negara berkembang, sedangkan di negara maju hanya
berkisar 5%.
Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi
kepada produk-produk primer. Ekspornya produk-produk primer seperti bahan
(makanan, bahan baku/mentah, bahan bakar, dan bahan-bahan logam,
kontribusinya terhitung hampir 70% dari nilai ekspor keseluruhan.
6) Ketergantungan dalam Hubungan Internasional
Salah faktor yang sangat penting yang menyebabkan rendahnya taraf
hidup di negara-negara berkembang disebabkan karena pengangguran yang
tinggi, ketidak merataan pembagian pendapatan. Disamping itu masih adanya ketergantungan antara
negara-negara miskin
kepada negara-negara kaya.
Dominasi kekuasaan
ekonomi dan politik terhadap
negara-negara miskin
tampak dalam pengendalian
pola perdagangan
internasional oleh negaranegara
kaya. Tidak jarang
kekuasaan maju untuk
mendikte cara-cara dan
syarat-syarat dalam
mentransfer teknologi, bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta
ke negara berkembang.
3. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada
dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya
banyak yang memiliki lingkungan fisik ang potensial untuk dikembangkan.
Namun karena keterbatasan dalam sumbedaya manusia dan peguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi masih rendah, maka negara berkembang
cenderung belum bisa memanfaatkan sumberdaya alamnya secara
optimal,karena keterbatasan modal yang dimiliki.
Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia dan
modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan berkembang. Negaranegara
maju menanamkan modal di negara berkembang dengan mendirikan
industri. Kerjasama ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan.
Bagi negara maju keuntungannya adalah (1) Lebih mudah memperoleh bahan
mentah dan baku untuk industrinya (2) Tersedia tenaga kerja yang murah, (3)
Pemasaran yang mudah dan meluas.
Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah; (1) mendapat
bantuan modal usaha, (2) Industri yang dibangun negara maju dapat
menciptakan lapangan kerja baru, (3) Aliran modal dari negara maju dapat
meningkatkan pendapatan negara berkembang,(4) Kegiatan industri dapat
membantu alh teknologi di negara berkembang.
b. Ciri-Ciri Negara Maju
Negara maju pada umumnya memiliki pertumbuhan penduduk yang kecil,
karena orientasi hidup mereka adalah untuk bekerja. Sementara itu negara maju
sudah menerapkan zerro population growth ( pertumbuhan penduduk kearah
nol) sebagai kebijakan negara. Disamping itu negara maju sudah mampu
mengelola sumberdaya alamnya secara efekif dan efesien
dengan menerapkan teknologi yang canggih. Industri
sekunder dan industri pertanian berkembang dengan pesat,
dengan teknolog canggih (Gambar 1.5 dan 1.6) Dalam
pengelolaan sumberdaya alamnya sudah memperhatikan
kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. Agar lebih
jelasnya marilah kita bicarakan ciri-ciri negara maju sebagai
berikut;
1. Segi Ekonomi (Pendapatan per Kapita)
Pertumbuhan ekonomi negara maju sangat pesat.
Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri dan jasa. Pendapatan
per kapita penduduknya tinggi. Pendapatan per kapita beberapa negara maju di
dunia dapat diperhatikan pada Tabel 1.2 .
2. Kualitas Penduduk
a) Tingkat Pendidikan Tinggi
Masyarakat di negara maju umumnya memiliki pendidikan yang tinggi,
demikian juga dalam hal penguasaan ilmu dan teknologi berkembang dengan
pesat. Berkaitan dengan itu maka negara maju memiliki kemampuan untuk
mengelola sumberdaya alam secara optimal. Berbagai industri
mereka miliki muali dari industri ringan sampai ke industri berat.
Berkat penguasaan teknologi inilah maka masyarakat negara
maju berkembang menjadi masyarakat modern, kreatif dan
inovatif.
Sebagian besar Tingkat pendidikan di negara maju wajib
belajarnya sudah mencapai tingkat Sekolah Menengah Atas.
Contoh negara maju yang melaksanakan wajib belajar
setingkat SMA adalah Amerika Serikat, Australia, Inggris,
Prancis, Jepang, dan Singapura. Prasarana dan sarana
pendidikan di negara maju sudah memadai ketersediaannya ( Gambar 1.7
dan 1.8)
Kualitas penduduk suatu negara dapat diukur dari tingkat pendidikannya.
Mengapa? Karena tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap pola berpikir
seseorang, berpengaruh pula kepada tingkat kesehatan. Tingkat kesehatan
yang baik berpengaruh terhadap kelahiran bayi yang baik, tidak akan
mengalami kekurangan gizi, bahkan berpengaruh besar juga terhadap
kematian bayi. Kecilnya kematian bayi berpengaruh terhadap angka usia
harapan hidup.
Akibat pertumbuhan penduduk yang rendah, maka timbulah
permasalahan pendudk, yang dikenal dengan masalah kekurangan
penduduk.
b) Tingkat Produktivitas Tinggi
Produktivitas per tenaga kerja diperoleh dengan
menentukan keseluruhan produksi selama satu tahun dibagi
jumlah seluruh akatan kerja. Hal ini disebabkan karena
sebagian besar penduduk bekerja pada sektor industri. Industri
menyebabkan produktivitas tinggi, sehingga pertumbuhan
ekonomi negara makin cepat.
c) Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk di Negara-negara maju
relative rendah, yaitu dibawah 1% per tahun. Hal ini
disebabkan karena angka kelahiran dan kematian sudah
dapat dikontrol dan sebagian besar penduduk berstatus menikah
telah menggunakan alat kontrasepsi. Angka kematian bayi di
negara maju berkisara antara 8 – 14 orang per 1000 jiwa,
Begitu pula angka kematian berkisar anatar 4 – 10 orang per
1000 jiwa, Indikator tingkat pendidikan dan kesehatan, serta
kecilnya kematian, menunjukkan baiknya kualitas penduduk
negara maju. Agar kalian memperoleh gambaran yang lebih
jelas, perhatikan tabel 1.3.
d) Tingkat Pengangguran Semu
Pengangguran semu tidak terjadi karena lapangan kerja
cukup tersedia, dibidang industri, penggunaan tenaga kerja yang sesuai
dengan bidangnya, lebih profesional, dan efisien, dibanding negara-negara
berkembang.
e) Produk Utamanya barang sekunder dan tersier
Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan didukung oleh
sumberdaya alam berupa hasil tambang seperti biji besi, tembaga dan lainlian.
Barang tambang merupakan bahan baku bagi perindustrian.
Produk utamanya adalah barang-barang sekunder (manufaktur) dan
tersier (jasa). Ekspor utamanya terdiri dari barang-barang buatan pabrik,
seperti mesin-mesin, elektronik, bahan-bahan kimia, serta jasa.
3. Lingkungan Fisik
Luas wilayah negara-negara maju sama seperti halnya luas
di negara-negara berkembang sangat bervarisi ada yang luas
seperti Amerika Serikat, tetapi ada yang sempit sepeti Jepang,
Singapura. Demikian pula kepemilikan sumberdaya alamnya
bervariasi, ada yang kaya bahan tambang, ada pula miskin
sumberdaya alamnya seperti misalnya Jepang. Namun
lingkungan fisik ini nampaknya bukan merupakan kendala. Negara
maju yang meiliki sumberdaya alam yang sedikit masih saja
menjadi negara maju yang besar di dunia, seperti Jepang.
Industrinya maju pesat, perdagangannya juga maju.
Mengapa demikian karena ? Karena negara-negara maju
sudah mengelola lingkungan fisiknya secara maksimal.
Perhatikan perbedaan peneglolaan lingkungan fisik di
negara maju dan berkembang pada Gambar 1.7 dan 1.8.
Mengembangkan wilayah pantai menjadi kota-kota
pelabuhan yang strategis, untuk melakukan perdagangan
luar negeri. Pelabuhan berperan sebagai penyedia bahan
mentah demi kemajuan industri. Dalam hal pemanfaatan
energi alternatif sudah banyak dilakukan, misalnya dari sumberdaya air sebagai
pembangkit listrik, tenaga surya, tenaga angin dan panas bumi untuk kepentingan
industrinya.

No comments:

Post a Comment